Viral Influencer Makan Kerupuk Babi di Resto Halal, Begini Cara Sucikan Benda dari Najis

Sugeng rawuh Wmm di Situs Kami!

VIVA – Belum lama ini sosok influencer Jovi Adhiguna menjadi perbincangan. Pasalnya, ia mengunggah saat makan di restoran halal yakni Baso A Fung di Bandara Ngurah Rai Bali, namun ia makan kerupuk babi. Viral Influencer Makan Kerupuk Babi di Resto Halal, Begini Cara Sucikan Benda dari Najis

Jovi Adhiguna pun meminta maaf kepada pihak restoran dan pihak lain yang merasa dirugikan. Pihak restoran pun segera mengambil tindakan dengan mengganti seluruh cangkir bekas dengan cangkir baru.

Hal ini karena komitmen restoran dalam menyajikan makanan halal tanpa terkontaminasi oleh hal-hal najis. Jadi bisakah barang dicuci tanpa rusak? Dikutip dari NU Online, simak info selengkapnya di bawah ini. Cara mensucikan suatu benda dari kotoran Viral Mahasiswa ITB Bisa Bayar UKT Pakai Pinjol, Begini Penjelasan Kampus

Dalam Islam, anjing dan babi dianggap mughallazhah najis atau sangat najis. Bagaimana jika terkena kotoran anjing atau babi? Tata cara membersihkan najis anjing dan babi dalam Islam diatur secara ketat, artinya harus dimandikan sebanyak tujuh kali dan salah satunya harus menggunakan debu atau kotoran.

Oleh karena itu, benda yang terkontaminasi kotoran anjing dan babi sebaiknya dicuci sebanyak 7 kali saja, salah satunya tercampur dengan tanah, tidak perlu dibuang dan dimusnahkan.

Dalil pendapat tersebut berasal dari hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:

“Bejanamu menjadi suci jika anjing meminumnya dengan mencuci tujuh kali dan mencuci pertama dengan debu.”

Di sisi lain, ada juga hadis Imam Muslim Andullah bin Mughaffal, bahwa Nabi SAW bersabda: “Jika seekor anjing menjilat gelasmu, cucilah tujuh kali dan lap kedelapan dengan debu.”

Sedangkan dalam kitab Riyadhul Badi’ah halaman 27, suatu benda najis harus disucikan dengan air sebanyak 7 kali, dan salah satunya dicuci dengan air bercampur tanah. Buku itu menjelaskan:

“Mughallazhah tidak suci bagi anjing, babi, berasal dari keduanya atau berasal dari salah satu dari keduanya. Tempat najis muhallazhah tidak menjadi suci sampai dicuci sebanyak 7 kali, yang salah satunya tercampur dengan debu suci. Tujuh kali pencucian tidaklah suci. cukuplah bila pada pencucian pertama zat najis itu tidak dihilangkan. Tetapi bila zat najis itu tidak dihilangkan pada pencucian pertama, maka semua pencucian sebelumnya untuk menghilangkan najis itu dihitung sebagai satu kali pencucian.”

Pendapat serupa juga diungkapkan dalam Mausu’atul Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah. Menurut pendapat mazhab Hambali dan Syafi’i, jika seekor anjing menyentuh atau memasuki bejana, maka untuk membersihkan dan mensucikan bejana tersebut harus dilakukan proses pencucian sebanyak tujuh kali, yang salah satunya harus menggunakan tanah atau debu. . Oleh karena itu, jangan membuang atau merusak barang-barang yang tidak bersih. Viral Influencer Makan Kerupuk Babi di Resto Halal, Begini Cara Sucikan Benda dari Najis

“Jika seekor anjing [najis] menjilat bejana, maka agar bejana itu menjadi suci, harus dicuci tujuh kali, salah satunya dengan kotoran, menurut pendapat Hanbali dan Syafi’i.”

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, cara mensucikan benda-benda yang sangat kotor pada anjing dan babi adalah dengan mencuci wadahnya sebanyak tujuh kali, salah satunya dicampur dengan tanah. Dengan cara ini, benda yang tadinya tidak bersih menjadi suci kembali dan dapat digunakan kembali. Surat Pelepasan Sukarno Gendong Bayi Pindah ke Pantai Utama Lobi Bali Cerita Erick Thohir Minta Surat Pelepasan Sukarno Gendong Bayi Pindah ke Pantai Utama Lobi Bali Wmm 31 Januari 2024