Tag Archives: terapi

Temuan Baru, 5 Anak yang Lahir Tuli Sembuh dengan Satu Suntikan

JAKARTA – Prestasi ilmiah baru diraih dalam pengobatan lima anak tunarungu. Setelah disuntik di telinga, anak-anak pulih dan mendengar dengan cepat. Para peneliti di balik metode baru terapi gen ini percaya bahwa metode ini juga berguna untuk pengobatan lain.

Seperti dilansir Indian Express, Senin (29/1/2024), penelitian ini dilakukan di Fudan, China, namun tim tersebut dipertemukan oleh ilmuwan dari Harvard Medical School, Massachusetts Eye and Ear.

Mereka merawat enam anak berusia antara satu dan tujuh tahun yang menderita tuli bawaan. Hal ini disebabkan oleh mutasi pada gen OTOF yang menghasilkan protein yang berperan penting dalam transmisi sinyal dari telinga ke otak.

Selama uji coba yang berlangsung selama 26 minggu, lima dari enam anak menunjukkan tanda-tanda perbaikan pendengaran. Keterampilan mendengarkan merupakan faktor penting dalam pembelajaran bahasa. Untuk penelitian ini, para peneliti juga mengukur persepsi bicara, khususnya kemampuan mengenali suara. Kelima anak yang merespons mengalami peningkatan di sana. “Ini benar-benar membuka pintu untuk mengembangkan pengobatan lain untuk berbagai jenis ketulian genetik,” kata salah satu peneliti utama, Zheng Yi Chen.

Gen OTOF bertanggung jawab atas protein otoferin, yang diproduksi oleh sel-sel di bagian spiral telinga bagian dalam, yang disebut koklea. Koklea adalah tempat gelombang suara diubah menjadi impuls listrik yang dikirim ke otak oleh sel saraf. Otoferlin membantu mengirimkan impuls dari sel koklea ke saraf. Tanpanya, suara diubah menjadi sinyal listrik, namun tidak pernah mencapai otak.

Pada anak-anak, mutasi gen OTOF merupakan target yang menarik untuk terapi gen karena merupakan kondisi yang relatif sederhana yang disebabkan oleh mutasi tunggal. Ini juga tidak melibatkan kerusakan fisik pada sel koklea.

Dalam penelitian ini, ketika peneliti mencari sukarelawan, 425 calon peserta terdaftar. Menurut Chen, hal ini mencerminkan perlunya pengobatan yang lebih baik untuk tuli bawaan, yang belum ada pengobatan yang disetujui. Setelah menguji calon relawan, peneliti hanya mengambil enam anak.

Empat dari enam anak menerima implan koklea. Dengan pelatihan, implan ini memungkinkan penerjemahan ucapan dan suara. Dua peserta termuda berusia satu dan dua tahun dan tidak memiliki implan. Ketika implan dilepas, semua peserta menjadi tuli total.

Prosedur yang digunakan para peneliti adalah memasukkan gen ke dalam rongga telinga menggunakan jenis virus yang sering digunakan untuk pengobatan jenis ini. Virus memasukkan gen ke dalam DNA sel target, menyebabkan produksi protein yang hilang. Namun ada masalah karena gen OTOF terlalu besar untuk virus.