Tag Archives: minuman

Konsumsi Minuman Manis Naik 15 Kali Lipat, Setengah Warga +62 Diprediksi Obesitas

Jakarta –

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengatakan Indonesia merupakan negara ketiga di Asia Tenggara dengan jumlah konsumen pemanis kemasan (MBDK) terbanyak. Konsumsinya mencapai 405 juta liter pada tahun 2014 dari semula 51 juta liter dalam 20 tahun terakhir. Peningkatan yang tercatat mencapai 15 kali lipat.

Hal ini sejalan dengan jumlah penderita diabetes dalam 10 tahun terakhir yang juga meningkat dua kali lipat. Salah satu pemicunya antara lain MBDK. Pemberlakuan pajak MBDK rencananya akan disahkan tahun ini dengan perkiraan pendapatan sebesar 4,39 triliun.

Lebih dari 50 negara telah melegalkan pajak cukai dengan besaran minimal 20 persen. Sayangnya, pembahasan aturan tersebut di Indonesia seringkali tertunda pada tahun 2017 hingga tahun 2024.

“Pemerintah telah melakukan banyak upaya untuk mengendalikan penyakit tidak menular, mulai dari kampanye edukasi, peraturan label pangan, promosi dan promosi makanan sehat di masyarakat,” jelas Dante di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (29/1). / 2024).

Namun hal itu harus dibarengi dengan faktor regulasi, sehingga penerapan pajak MBDK sangat penting, lanjutnya, seraya menekankan harapan masyarakat beralih ke minuman yang lebih sehat, dengan penerapan bea cukai.

Ke depan, Indonesia juga akan mengatur pelabelan makanan dan minuman berdasarkan kategori sehat dan tidak sehat. Negara yang sudah melakukan hal tersebut adalah Singapura.

“Beberapa hari lalu saya lihat di Singapura ada label golongan A, B, C, D. Golongan A paling kotor, D paling sehat dari semua makanan kemasan yang dijual di Singapura,” lanjutnya.

“Dengan ini, masyarakat Singapura akan menilai makanan mana yang bisa dibeli dan makanan mana yang bisa diberikan,” ujarnya.

Dokter Dante memperkirakan jika tidak ada aturan ketat dalam penanganan konsumen MBDK, maka penderita obesitas juga akan meningkat hingga separuh penduduknya menderita kondisi tersebut.

“Jika angka obesitas yang kita modelkan kita biarkan saja meningkat, maka separuh penduduk Indonesia akan mengalami obesitas jika kita tidak menerapkan pola makan yang sehat,” tutupnya. Simak video “Hati-hati! Terlalu Banyak Makan Gula Bisa Sebabkan Resistensi Insulin” (naf/kna)

Viral Label NutriGrade di Singapura, RI Bakal Tandai Makanan Sehat Vs Tidak Sehat?

Jakarta –

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saxono Harbuno mengatakan pemerintah sedang menyiapkan regulasi pangan sehat dan tidak sehat. Penerapan Nutrigrad mencerminkan apa yang telah dilakukan negara tetangganya, Singapura

Sistem Nutri-Grade sendiri merupakan grade berkode warna dari A hingga D, dengan D mengandung gula dan/atau lemak jenuh paling banyak. Hingga akhir tahun 2023, aturan ini juga akan mencakup convenience food yang banyak diminati masyarakat, seperti kopi susu dan bubble tea.

Wakil Menteri Kesehatan menekankan perlunya memperkuat aturan yang sama dengan meningkatnya diabetes dan obesitas secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Sebenarnya banyak upaya yang dilakukan saat ini, kita akan lakukan secepatnya agar makanan kita sehat, seperti di Singapura, di Singapura semua kemasannya ada makanan A, B, C, D. Sehat dan tidak sehat, lalu kita lakukan itu,” ujarnya. Diticcom menjelaskan pada Rabu (30/1/2023).

“Makanan yang mana A, yang mana B, yang mana C, yang mana D ditentukan oleh berapa banyak garam, berapa banyak gula, dan berapa banyak lemak dalam makanan tersebut.

Kebijakan Singapura mengatur bahwa minuman kemasan dan minuman olahan siap minum yang dijual di toko ritel harus diberi label. Pelabelan seperti itu bersifat opsional bagi mereka yang memiliki kelas A atau B

Pengecer tidak diperbolehkan mengiklankan minuman Kelas D

Secara terpisah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPMRI) menegaskan agar masyarakat bisa cerdas dalam memilih makanan dan minuman yang dikemas dengan logo Green Checklist ‘Pilihan Sehat’.

Logo Pilihan Sehat membantu konsumen memilih makanan olahan yang lebih sehat dibandingkan produk sejenis dengan harga yang wajar.

Termasuk dalam pangan olahan yang memenuhi kriteria profil gizi berdasarkan gula, garam, dan lemak. Memang benar tidak semua makanan olahan berlogo Pilihan Lebih Sehat, namun hal ini berlaku untuk:

1. Minuman siap saji

Minuman siap minum yang berlogo Pilihan Lebih Sehat: Susu beraroma Minuman susu fermentasi Minuman susu fermentasi Minuman coklat Minuman kedelai, jus kedelai Minuman jus buah Minuman beraroma berkarbonasi Minuman masih beraroma.

Aturan tersebut disahkan berdasarkan evaluasi profil nutrisi terhadap batas maksimal gula, yaitu 6 gram per 100 ml.

2. Pasta instan dan mie instan

Banyak pasta dan mie instan juga memiliki logo yang lebih sehat, menyatakan bahwa mereka memiliki 20 gram lemak total per 100 gram dan tulisan “Hati-hati! Lihat video “makanan cair bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri” (naf/kna).