Tag Archives: IPO

Resmi Melantai di Bursa, Saham MEJA Mulai Menghijau

JAKARTA – MNC Sekuritas merupakan anak usaha MNC Group yang saat ini mayoritas sahamnya dimiliki oleh PT Motion Digital Technology. MNC Sekuritas menyediakan layanan sekuritas yang lengkap, termasuk membantu nasabah menghimpun dana di pasar modal, misalnya melalui penawaran umum perdana (IPO).

PT Harta Djaya Karya Tbk, konsultan desain, konstruksi interior dan kontraktor furnitur dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, hari ini resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten “MEJA”. Pencatatan perdana saham dilakukan di BEI pada Senin (12/2/2024). Pada perdagangan pertamanya, saham MEJA berangsur-angsur masuk zona hijau dan menyentuh 113 (+9,7%) tak lama setelah harga IPO Rp. 103.

MEJA akan menjadi perusahaan ke-14 yang tercatat di BEI pada tahun 2024 dengan pengelola efek yaitu PT MNC Sekuritas dan manajer efek PT Erdhikha Elit Sekuritas. Saham MEJA diterbitkan kepada publik sebanyak 480 juta saham atau 25,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. MEJA melakukan proses tender umum pada 31 Januari hingga 6 Februari 2024 dengan harga Rp 103.

Chairman PT Harta Djaya Karya Tbk Richie Adrian Hartanto menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh pihak profesional yang telah membantu kelancaran proses IPO hari ini.

“Kami juga sangat berterima kasih kepada semua pihak yang percaya pada MEJA. Strategi kami ke depan adalah mengembangkan kegiatan usaha dan tentunya kami akan bekerja sama dengan mitra industri lokal untuk berkolaborasi dan mengembangkan industri lokal,” kata Ritchie.

Sejalan dengan suksesnya pencatatan perdana MEJA di BEI, Hari Herdiyanto, Direktur Investment Bank MNC Sekuritas, mengatakan pencatatan saham hari ini hanya sebagian dari keseluruhan proses IPO. Secara umum, kami sangat puas dengan proses penawaran umum PT Harta Djaja Karya Tbk, dimana karena besarnya emiten komisi percepatan, MEJA menarik perhatian masyarakat dan secara umum tidak kalah dengan perusahaan besar.

“Tentunya kami berharap pencatatan saham ini hanya menjadi awal dari kesuksesan PT Harta Djaja Karya Tbk dan kami berharap dapat memberikan nilai lebih bagi seluruh pemangku kepentingan perusahaan”.

Nikmati layanan investasi saham dan reksa dana dari #MNCSekuritas dengan langsung mengunduh aplikasi MotionTrade dan menjelajahi pengalaman yang lancar. Aplikasi MotionTrade dapat diunduh dari Google PlayStore dan Apple AppStore melalui link download onelink.to/motiontrade. Berinvestasilah bersama MNC Sekuritas, yang terbaik!

Saham SMGA Melonjak 34,29% saat Perdagangan Perdana Hari Ini 30 Januari 2024

Wmm, Jakarta – Perusahaan dagang nikel dan batubara PT Sumber Mineral Global Abadi (SMGA) resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa 30 Januari 2024. tahun 2024.

Saham SMGA melonjak signifikan pada Selasa 30 Januari 2024. Saham SMGA naik 34,29% menjadi Rs 141 mengutip data RTI. Saham SMGA dibuka Rp36 hingga Rp141 per saham dari harga pembukaan Rp105. Harga saham SMGA berada pada level tertinggi Rp 141 dan terendah Rp 135.

Saham SMGA memiliki total frekuensi perdagangan 6.177 kali dan volume perdagangan 949.717. Nilai transaksi harian saham tersebut Rp 13,3 miliar.

SMGA menawarkan 1.750.000.000 saham baru dan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal Rp20 per saham.

Saham baru tersebut ditawarkan dengan harga penawaran Rp105 per saham sehingga total dana IPO yang terkumpul mencapai Rp183.750.000.000.

Selama masa penawaran umum selama 3 hari terhitung sejak tanggal 24 Januari 2024 hingga 26 Januari 2024, Perseroan mendapat sambutan yang sangat positif dari para investor Pasar Modal.

Selama masa IPO SMGA, jumlah saham IPO SMGA mengalami kelebihan permintaan sebanyak 23,52 kali atau 156,77 kali pool share.

Dana hasil penawaran umum perdana akan digunakan Perseroan untuk membeli nikel dan batubara sesuai dengan operasional Perseroan sebagai pembayaran atas pembelian nikel setelah dikurangi seluruh biaya emisi. Batubara dari pemasok perusahaan.

Kelompok perusahaan tersebut memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang energi, khususnya sektor pertambangan, khususnya sejak tahun 2008, menurut Direktur Utama perseroan, Julius Eddy Wibowo.

“Perusahaan menempatkan sahamnya dan mengusulkan perubahan dan melanjutkan pertumbuhannya sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan laba dengan menciptakan pertumbuhan dan sinergi yang berkelanjutan, serta manajemen yang lebih baik dan profesional dalam menjalankan kegiatan komersial,” demikian siaran pers dari Julius A. Selasa (30 Januari 2024).

Selain fokus mengembangkan perdagangan nikel dan batu bara untuk pasar dalam negeri Indonesia, Ulili juga menyatakan pihaknya juga akan mengembangkan produksi batu kapur pada kuartal I 2024.

“Karena tingginya permintaan batu kapur, Perseroan melihat peluang yang baik di wilayah Morowali Utara yang banyak terdapat pabrik yang membutuhkan batu kapur,” jelas Julius.

Jadi perusahaan memutuskan untuk membeli dan mengembangkan tambang batu kapur di daerah tersebut untuk menyediakan beberapa tukang las di dekatnya.

Diberitakan sebelumnya, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk mencatatkan saham perdananya pada Selasa (30/1/2024) di Papan Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI).

PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk merupakan emiten BEI ke-9 pada tahun 2024 dengan kode saham SMGA. Perusahaan melepas 8,75 miliar saham dengan harga 20 rupiah. Jumlah saham yang dicatatkan tersebut terdiri dari 7 miliar saham pendiri dan 1,75 miliar saham penawaran umum perdana (IPO). Perusahaan menawarkan harga awal 105 rubel per saham dan menerima 183,75 miliar rubel dari IPO.

Seluruh dana IPO akan digunakan untuk modal. Hal ini mencakup pembelian nikel dan batubara berdasarkan kegiatan ekonomi perseroan dan pembayaran pembelian nikel dan batubara dari pemasok perseroan untuk memenuhi perjanjian jual beli dengan para pihak.

Juga sesuai dengan Peraturan Bursa. Surat Keputusan Direksi I-A dan PT Bursa Efek, Indonesia No. Kep-00014/BEI/03-2022 tanggal 25 Maret 2022 jumlah saham perseroan yang beredar bebas pada tanggal 30 Januari 2024 adalah sebanyak 1.750.000.000 atau 1,75 miliar lembar saham. atau 20% dari seluruh saham perusahaan yang terdaftar.

BEI menyatakan tidak ada pihak yang dapat membeli saham baru 6 bulan sebelum pengumuman pendaftaran OJK berdasarkan Peraturan OJK. 25/2017 Tentang Pembatasan Saham.

Selain itu, berdasarkan surat yang ditulis Wally Thomas selaku pengendali perseroan tertanggal 13 Oktober 2023, ia menyatakan tidak akan melepaskan kendali atas perseroan setidaknya selama 12 bulan setelah permohonan pendaftaran berlaku efektif.

Perseroan merupakan bagian dari kelompok usaha PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) yang merupakan perusahaan perdagangan batubara untuk pasar ekspor dan domestik, sistem penyediaan batubara terpadu untuk perdagangan, pengangkutan dan pengiriman.

Perusahaan melaksanakan tiga IUP-OPK (operasi produksi khusus) dengan merek untuk pengangkutan dan penjualan mineral logam, hasil batubara, dan mineral bukan logam. Perseroan kini memiliki modal ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 7 miliar lembar saham.

Mayoritas saham perseroan dimiliki oleh PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) dengan porsi 90% atau 6,3 miliar lembar saham. Kemudian 500 juta saham atau setara 10 persen saham perseroan dimiliki Vivi Ramalyati Khutama. Pasca IPO, jumlah saham perseroan akan bertambah menjadi 8,75 miliar.

Dengan demikian, PT Sumber Global Energy Tbk memiliki 72 persen dan Vivi Ramalyati Hutama memiliki 8 persen. Sisanya sebesar 20 persen merupakan milik negara yang ditawarkan melalui IPO.