Survei: 67% Masyarakat Indonesia Mengalami Tekanan Ekonomi Akibat Harga Kebutuhan Naik

Wecome Wmm di Portal Ini!

Wmm – Studi terbaru The Trade Desk dan YouGov menemukan bahwa 45% masyarakat Indonesia masih berbelanja online melalui e-commerce saat ada diskon dibandingkan hari-hari lainnya, meski ada ancaman resesi dan inflasi yang tinggi. Survei: 67% Masyarakat Indonesia Mengalami Tekanan Ekonomi Akibat Harga Kebutuhan Naik

Rayakan Imlek dengan Promo Bloom in Prosperity dari BRI di Seibu

Namun studi yang sama juga menjelaskan bahwa 67% masyarakat Indonesia mengaku terkena dampak tekanan ekonomi akibat kenaikan biaya hidup.

Meski lebih dari 50% mengaku terdampak pandemi COVID-19, sebagian besar responden mengaku tetap akan berbelanja saat ada diskon di e-commerce, dan jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan tahun 2021.

“Sikap konsumen terhadap perusahaan dan produk terus-menerus dipengaruhi oleh berbagai interaksi sepanjang kehidupan online mereka,” kata Purnoma Cristanta, general manager The Trade Desk, Jumat (21/10/2022), seperti dikutip Warta Ekonomi.

Sebagian besar konsumen mengatakan mereka optimis terhadap perekonomian Indonesia, meskipun perekonomian Indonesia sedang dilanda inflasi dan resesi.

Namun, setidaknya 50% masyarakat Indonesia memutuskan untuk menunda kebutuhan sekunder mereka, dan 52% masyarakat biasanya mengurangi belanja karena takut akan kemungkinan krisis ekonomi.

Survei tersebut juga menyebutkan bahwa 80% atau empat dari lima responden optimis inflasi akan bertahan atau bahkan membaik. Uniknya, 545 responden juga optimis pendapatannya meningkat di tahun 2023. Survei: 67% Masyarakat Indonesia Mengalami Tekanan Ekonomi Akibat Harga Kebutuhan Naik