Griya Schizofren: Mengubah Paradigma dan Membangun Kesadaran

Selamat datang Wmm di Portal Ini!

VIVA – Masalah kesehatan mental adalah salah satu masalah kesehatan yang paling terabaikan di masyarakat kita. Stigmatisasi terhadap penderita gangguan jiwa menjadi salah satu kendala utama dalam upaya mengatasi masalah ini. Griya Schizofren: Mengubah Paradigma dan Membangun Kesadaran

Stigma ini dapat memperburuk rasa sakit dan penderitaan orang-orang yang berjuang dengan masalah kesehatan mental, sehingga menghambat pemulihan dan akses mereka terhadap pengobatan yang tepat. Stigma merupakan penilaian negatif dan stereotip yang diberikan kepada kelompok tertentu di masyarakat.

Dalam konteks masalah kesehatan jiwa, stigma negatif dapat merujuk pada pandangan dan stereotip negatif terhadap orang yang memiliki masalah kesehatan jiwa seperti depresi, kecemasan, skizofrenia, atau gangguan bipolar. Stigma ini dapat berupa diskriminasi, ejekan atau bahkan isolasi sosial.

Stigma negatif terhadap masalah kesehatan jiwa memberikan dampak yang signifikan baik bagi individu maupun seluruh masyarakat. Beberapa dampaknya antara lain: Kemenag Kucurkan Rp 30 Miliar demi Dukung Dosen Kampus Islam Bikin Riset Berkualitas

Hambatan dalam mengakses pengobatan: Orang dengan masalah kesehatan mental mungkin enggan mencari perawatan atau dukungan medis karena takut akan stigma. Hal ini dapat menyebabkan keterlambatan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Isolasi sosial: Stigma dapat menyebabkan isolasi sosial, dimana orang dengan masalah kesehatan mental merasa terisolasi dan ditinggalkan oleh keluarga, teman dan masyarakat.

Stigma negatif dapat menghambat pemulihan penderita masalah kesehatan mental. Mereka mungkin merasa tidak nyaman atau rendah diri, yang dapat memperburuk keadaan.

Orang dengan masalah kesehatan mental yang terstigmatisasi umumnya memiliki kualitas hidup yang lebih buruk. Mereka mungkin mengalami pekerjaan yang tidak stabil, gangguan hubungan sosial, dan penurunan kesejahteraan secara umum.

Tiga mahasiswa sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret (UNS), yaitu Triana Rahmavati, Febrianti Dwi Lestari dan Vulandari, pertama memulai kepekaan dan kasih sayang terhadap Orang Dengan Masalah Jiwa (ODMK). .

Sebagai wujud nyata keprihatinan mereka, mereka memulai sebuah proyek bernama Gria Schizophrenia. Langkah awal mereka adalah mengikuti KKN Kreativitas Mahasiswa di UNS.

Dari situlah ketiganya memutuskan untuk mendekati permasalahan ODMK dari sudut pandang sosiologi. Inisiatif ini membuat mereka memberikan bantuan nyata kepada ODMK melalui konsultasi. Awalnya, hanya sepuluh mahasiswi yang dilibatkan dalam kegiatan pendampingan di Griya PMI.

Mereka rutin mengunjungi dan bekerja sama dengan ODMK di Griya PMI. Seiring berjalannya waktu, jumlah pesertanya bertambah hingga akhirnya mencapai sekitar lima puluh orang.

Pada bulan Oktober 2014, Triana dan rekan-rekannya memutuskan untuk membentuk Gria Skizofrenia, sebuah langkah besar dalam upaya mereka mendukung ODMK. Saat ini, Gria Skizofrenia telah berhasil membantu lebih dari 200 ODMK di dalam dan luar Solo.

Bantuan yang mereka berikan juga mencakup keluarga korban ODMK. Kegiatan pembinaan tersebut sangat beragam, antara lain membantu bercakap-cakap, mengikuti kegiatan sehari-hari, bernyanyi, melukis, ODMK mengikuti kegiatan melipat kertas, berdoa bersama, bahkan berbuka puasa bersama ketika Ramadhan tiba. Griya Schizofren: Mengubah Paradigma dan Membangun Kesadaran

Aksi yang dilakukan Triana, Febrianti dan Wulandari merupakan bukti nyata kepedulian mereka terhadap ODMK dan komitmen mereka dalam mengurangi stigma yang masih ada seputar masalah kesehatan mental. Melalui Skizofrenia Menangis, mereka telah membuka pintu harapan dan memberikan dukungan nyata kepada orang-orang yang membutuhkannya dalam perjalanan menuju pemulihan dan kesejahteraan.

Triana Rahmavati berhasil meraih SATU Indonesian Awards tahun 2017 bersama sejumlah tokoh inspiratif lainnya atas program inspiratifnya, Mental Challenge Companion.

Baca artikel edukasi menarik lainnya di link ini. ONE Championship Tingkatkan Pentingnya Kesehatan Masyarakat Organisasi bela diri terbesar dan terkemuka di dunia, ONE Championship tingkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan bela diri Wmm 2 Februari 2024