Buya Yahya Tegaskan Konsep Rumah Islami Bukan yang Ada Musala atau Masjid, Tapi Seperti Ini

Selamat datang Wmm di Portal Ini!

Perumahan VIVA – Setiap orang mempunyai desain rumah idamannya masing-masing. Sebagian orang ingin memiliki taman, kolam renang, dan plafon yang tinggi agar ruangan rumah menjadi lebih sejuk dan nyaman. Buya Yahya Tegaskan Konsep Rumah Islami Bukan yang Ada Musala atau Masjid, Tapi Seperti Ini

Dengan banyaknya konsep desain rumah yang ditawarkan oleh para pengembang, bagaimana pandangan Islam terhadap fenomena tersebut? Yuk, scroll terus untuk mengetahui selengkapnya.

Khatib Buya Yahya mengatakan, bagi umat Islam, desain rumah bisa berkonsep rumah Islami. bagaimana tentang

“Desain rumah Islami harus diperhatikan, rumah bagian dalam dan rumah bagian luar. Rumahnya tidak harus besar, tapi harus penuh,” Jumat, 2024. Pada 2 Februari, dia mengutip YouTube Al Bahja. . Najwa Shihab Ikut Menginap di Rumah Warga Bersama Capres Ganjar Pranowo di Kulonprogo

Terkait konsep rumah islami, Buya Yahya juga menekankan pentingnya memiliki toilet. Buya Yahya mengatakan, toilet sebaiknya memiliki pintu untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Bantu toiletmu, semiskin apapun toiletnya harusnya tertutup. Kadang bayinya sudah gede, Naaudzubilah mengintip, gendong adik yang sedang mandi dan sebagainya. Pastikan kamar mandimu terkunci, tertutup rapat. Tidak peduli seberapa bersihnya, cobalah”, katanya.

Belakangan, Buya Yahya mengungkapkan konsep rumah Islami memisahkan ruang tidur antara anak perempuan dan laki-laki.

“Laki-laki dan perempuan harus dipisah, kalau perempuan, taruhlah dalam satu kamar, jangan satukan anak perempuan dan laki-laki dalam satu kamar. Ketika mereka bangun, setan membangunkannya, mereka menampakkan auratnya dan berkata: Aku ingin ke toilet dan lain sebagainya, Masya Demi Allah bahaya banget,” ujarnya.

Ternyata di rumah tersebut hanya terdapat 1 kamar dari kamar utama, Buya Yahya menawarkan untuk memberikan kamar tersebut kepada putrinya. Sedangkan anak laki-laki diperbolehkan tidur di luar kamar.

“Pastikan ada kamar terpisah antara laki-laki dan perempuan, kalau ternyata kamar hanya satu, laki-laki di luar, letakkan tempat tidur di luar, jangan berbagi kamar mandi dengan kamar kakak. Kasihan kamu, jangan seperti itu, buatkan kamar khusus untuk anak perempuan dan “buatkan kamar tersendiri” untuk anak laki-laki, jelasnya.

Namun, jika memiliki 2 anak perempuan atau lebih dan tidak ada anak laki-laki, kata Buya, sebaiknya tempat tidurnya terpisah. Hal ini sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

“Dan anak perempuan dan perempuan tidak boleh ada penutupnya, ini ajaran Nabi SAW. Tempat tidurnya beda, minimal terpisah. Ini ajaran Nabi SAW agar kita pisah tempat,” jelasnya.

Kemudian harus ada ruangan tersendiri untuk menerima tamu dari bangunan utama rumah. Jangan biarkan para tamu melihat sosok putri pemilik rumah.

“Jika Anda adalah sekelompok orang yang mempunyai banyak tamu, pastikan ada ruangan khusus untuk menjaga kehormatan keluarga Anda, apakah itu gubuk atau gubuk di luar para tamu, mereka tidak akan bisa melihat putri kami. Kalau ada toilet kecil kalau diperlukan,” ujarnya.

Selain itu, konsep rumah Islami adalah memisahkan kamar tidur orang tua dengan kamar anak.

“Ketika orang tua memiliki ruangan terpisah sebanyak mungkin, ketika orang tua mempunyai keinginan dan anak mengira mereka berada di ruangan yang sama, hal itu juga dapat mempengaruhi suasana hati anak. Betapapun miskinnya Anda, itu tidaklah sulit. Katanya, sekecil apa pun, tetap rapi. Buya Yahya Tegaskan Konsep Rumah Islami Bukan yang Ada Musala atau Masjid, Tapi Seperti Ini

Perhatikan toilet anggota rumah tangga. Buya Yahya menjelaskan, toilet yang digunakan seluruh anggota rumah tangga harus memiliki pintu dan kunci.

“Dan auratnya, di dalam rumah harusnya ada toiletnya. Ada budayanya, mungkin ada orang yang mandi di sungai. Jadi sebisa mungkin buatlah tempat untuk menutupi aurat di sungai itu,” ujarnya.

Buya Yahya menegaskan, konsep rumah Islami bukanlah rumah besar yang dilengkapi musala atau masjid, melainkan seperti yang sudah dibahas di atas.

“Buatlah rumah yang islami, bukan rumah besar yang ada musalanya, kalaupun bisa dibuat sajadah untuk sholat (tanpa musala di rumah), buatlah rumah mungil seislami mungkin,” jelasnya. Di antara 10 negara dengan populasi Muslim terbesar pada tahun 2030, India akan mencapai 248,96 juta jiwa. Beberapa negara tersebut akan mengalami peningkatan populasi Muslim terbesar pada tahun 2030. Pada tahun 2023, jumlah umat Islam di India akan mencapai 248,96 juta jiwa. Wmm 2024 10 Februari